Rabu, 23 Maret 2011

Analisa SWOT

1. SWOT adalah singkatan yang diambil dari huruf depan kata Strength, Weakness, Opportunity dan Threat, yang dalam bahasa Indonesia mudahnya diartikan sbg Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman.
Metoda analisa SWOT bisa dianggap sbg metoda analisa yg paling dasar, yg berguna utk melihat suatu topik atau permasalahan dari 4 sisi yg berbeda. Hasil analisa biasanya adalah arahan/rekomendasi utk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman.
Jika digunakan dgn benar, analisa SWOT akan membantu kita utk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini.

A. Kekuatan:
1. Knowledge atau kepakaran yang dimiliki,
2. Produk baru atau pelayanan yang unik,
3. Lokasi tempat perusahaan berada,
4. Kualitas produk atau proses.

Berikut ini adalah contoh sederhana analisa kekuatan yang ada di Perusahaan Southwest Airlines

Kekuatan Perusahaan Southwest Airlines :
a. Tim southwest mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 15 menit, dimana perusahaan penerbangan lainnya yang rata rata perlu waktu 3 kali lipatnya .
b. Southwest memiliki motivasi yang tinggi, gugus pekerja yang produktif, dan terkenal keaakrabannya. Contohnya : Awak pesawatnya akan membaca peraturan tentang keselamatan dalam bentuk nyanyian William Tell dan mentembunyikan kepalanya pada tempat penyiapan barang didalam pesawat untuk mengejutkan para penumpangnya .
c. Southwest memberikan rasa demokratis kepada penumpanggnya karena tidak ada kelas 1 . contohnya yaitu : penumpang yang datang lebih awal akan memperoleh tempat duduk lebih dahulu
d. Karyawan di southwest airlanes merasa dihargai dan didorong untuk memperoleh kesenangan sehingga mereka bersedia bekerja keras . contohnya : para awak pesawat mengenakan kostum kelinci untuk paskah dan pakaian seperti ayam kalkun pada saat perayaan thanksgiving .

B.Kelemahan:
1. Kurangnya pengetahuan marketing;
2. Produk yg tidak dapat dibedakan dengan produk kompetitor;
3. Lokasi perusahaan yang terpencil;
4. Kualitas produk yang jelek;
5. Reputasi yg buruk.

Berikut ini adalah contoh sederhana analisa kelemahan yang ada di Perusahaan Southwest Airlines

Kelemahahan dari Perusahaan Southwest Airlanes:
a. Southwest airlanes hanya melayani di 35 negara bagian di amerika dari 50 negara bagian yang ada di amerika serikat, belum menjangkau 15 negara bagian lainnya
sehingga Southwest Airlines kurang dikenal di 15 negara bagian tersebut,
b. Southwest airlines juga belum melayani pelayanan penerbangan internasional,
c. Southwest airlanes selama tiga tahun mengalami kerugian besar sekitar US$7,5 miliar .

C. Peluang:
1. Pasar yg berkembang;
2. Penggabungan 2-3 perusahaan atau aliansi;
3. Segmen pasar yg baru;
4. Pasar internasional;
5. Pasar yg luang karena kompetitor yg tidak sanggup memenuhi permintaan customer.

Berikut ini adalah contoh sederhana analisa peluang yang ada di Perusahaan Southwest Airlines

Peluang dari Perusahaan Southwest Airlanes
1. dapat melakukan apa yang southwest airlanes secara tepat dan mengamplikasikan semua dalam pelayanan,
2. dalam beberapa pasar southwest airlanes mendapatkan ndirinya berkembang lebih cepat dari yang direncanakan,
3. mencoba memiliki uang tunai setelah melaporkannya kebangkrutannya tahun lalu southwest airlanes memanfaatkan kekosong tersebut,

D. Ancaman:
1. Kompetitor baru di area yg sama;
2. Persaingan harga dgn kompetitor;
3. Kompetitor mengeluarkan produk baru yang inovatif;
4. Kompetitor memegang pangsa pasar terbesar;
5. Diperkenalkannya pajak penjualan.

Berikut ini adalah contoh sederhana analisa peluang yang ada di Perusahaan Southwest Airlines

Ancaman dari Perusahaan Southwest Airlanes
1. perusahan penerbangan southwest airlanes menentang kereta api berkecepatan tinggi yang ada texas yang katakana dapat memukul system rute perjalanan mereka dengan cara yang tidak adil yaitu adanya subsidi dari pemerintah,
2. West Airlines memberikan paket tiket dengan harga yang relatif lebih murah dari pada southwest airlanes,
3. Pertumbuhan perusahaan – perusahaan baru yang sangat cepat akan mengubah segalanya menjadi sesuatu yang buruk bagi perusahaan Southwest Airline.

2. KUNCI SUKSES DALAM SEBUAH PERUSAHAAN
Perusahaan manapun telah menetapkan target-target perusahaan yang menantang, hal ini disebabkan perusahaan ingin mendapatkan kesuksesan, keuntungan dan market share yang lebih luas.
Masa depan perusahaan (PROSPECT) berupa keuntungan finansial dan non finasial, kemakmuran dan terus berkembang adalah wilayah imajinasi, impian dan keyakinan. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut masih dibutuhkan sejumlah persiapan, program dan kompetisi dengan pesaing agar dapat memenangkan bisnis serupa di area yang sama dan pelanggan yang sama.
Dalam pendekatan balanced scorecard, bahwa prospek (PROSPECT) perusahaan dapat terwujud, hanya jika perusahaan tersebut memiliki sejumlah keuntungan (PROFIT). Keuntungan-keuntungan perusahaan dapat berupa indikator keuangan dan non keuangan. Juga dengan keuntungan-keuntungan yang telah diperoleh, maka akan dapat digunakan untuk membayar atau mewujudkan impian masa depan perusahaan.
Perusahaan akan mendapatkan sejumlah keuntungan, hanya jika perusahaan mampu menghasilkan produk (PRODUCT) yang diminati dan dibeli oleh pelanggan. Dengan jumlah pembelian yang tinggi, serta pangsa pasar yang semakin luas, maka profit perusahaan akan semakin besar.
Perusahaan akan dapat memiliki produk yang kompetitif, bermutu dan diminati oleh pelanggan, hanya jika perusahaan mampu melakukan proses bisnis (PROCESS) secara efektif, efisien, memenuhi apa yang dijanjikan kepada pelanggan, bekerja dengan zero defects dan zero reject, bekerja dengan standar mutu, terus melakukan inovasi serta memiliki keunggulan pada indikator proses bisnis telekomunikasi lainnya.
Proses bisnis yang unggul akan dapat terwujud, jika tersedia sejumlah sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan. Sumber daya yang pertama dan utama adalah sumber daya manusia (PEOPLE). Keunggulan SDM terletak pada kekuatan spiritual, emosional, intelektual, fisik, manajemen diri dan kekuatan sosial (keluarga, tim).
Wilayah khayalan dan impian masa depan perusahaan akan terwujud, hanya jika dilakukan pembinaan dan manajemen dan menjaga dengan baik keseimbangan dari 4 perspektif People, Process, Product dan Profit.
Kunci Sukses Perusahaan Southwest Airlanes
1. dapat melahirkan strategi penerbangan pendek, yaitu dengan adanya pendekatan southwest airlanes,
2. perusahaan southwest airlanes saat ini memiliki 1,9% saham yang bernilai US$ 21,8 juta,
3. Tim southwest mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu kurang dari 15 menit, dimana perusahaan penerbangan lainnya yang rata rata perlu waktu 3 kali lipatnya .
4. Southwest memiliki motivasi yang tinggi, gugus pekerja yang produktif, dan terkenal keaakrabannya. Contohnya : Awak pesawatnya akan membaca peraturan tentang keselamatan dalam bentuk nyanyian William Tell dan mentembunyikan kepalanya pada tempat penyiapan barang didalam pesawat untuk mengejutkan para penumpangnya .
5. Southwest memberikan rasa demokratis kepada penumpanggnya karena tidak ada kelas 1 . contohnya yaitu : penumpang yang datang lebih awal akan memperoleh tempat duduk lebih dahulu
6. Karyawan di southwest airlanes merasa dihargai dan didorong untuk memperoleh kesenangan sehingga mereka bersedia bekerja keras . contohnya : para awak pesawat mengenakan kostum kelinci untuk paskah dan pakaian seperti ayam kalkun pada saat perayaan thanksgiving .



KEGAGALAN DALAM SEBUAH PERUSAHAAN
Kegagalan dalam pengalihan/konversi dari suatu sistem lama ke sistem yang baru.
Ada beberapa sebab kegagalan ini terjadi yaitu karena pihak yang terkait tidak dapat melakukan pengalihan dengan baik. 3 pihak yang terlibat yaitu :
1. Manajemen (end-user)
Dari pihak manajemen sebagai end-user, fenomena kegagalan konversi sistem informasi dapat disebabkan karena:
a. keterlibatan pihak manajemen sangat kurang dalam proses pengembangan sistem sehingga terjadinya kegagalan dalam pengalihan suatu sistem.
sistem tidak sesuai dengan kebutuhan dari pihak manajemen
b. sistem terlalu komplek sehingga pihak manajemen kesulitan untuk menggunakannya.
c. Kurangnya sosialisasi pengalihan ke sistem baru dalam perusahaan sehingga beberapa divisi tidak mengetahui sebuah sistem yang baru.
d.Perencanaan yang kurang matang sehingga saat pengalihan sistem yang terjadi adalah sistem yang hanya menghambat kinerja perusahaan.
e. Sebagai contoh adalah penerapan sebuah sistem transaksi di sebuah bank BUMN. Dimana pengalihan dari sistem transaksi BOS menjadi transaksi ICONS dilakukan sosialisasi yang tepat dan pelatihan bagi semua karyawan yang akan menggunakannya. Selain itu, jajaran direksi dan divisi-divisi lain juga mempelajari sistem ICONS sehingga resiko kegagalan dapat diminimalisir.
1. Sumberdaya Manusia sebagai user
Kegagalan peralihan sistem lama ke sistem baru dapat disebabkan karena sumberdaya manusia (SDM) di perusahaan tersebut tidak siap dalam menerima sistem baru. Pada umumnya, SDM yang sudah memiliki kebiasaan terhadap sistem lama akan merasa asing ketika diterapkan sistem baru. Hal ini menyebabkan banyak SDM sulit untuk menyesuaikan diri dengan sistem yang baru. Adapun beberapa sebab kegagalan sistem baru dalam user adalah sebagai berikut :
a. user tidak menerima pola pemikiran dan sistem yang baru sehingga ketika sistem baru sudah diterapkan di perusahaan, user tidak ingin mempelajarinya.
b. User dibiarkan mempelajari sendiri suatu sistem baru sehingga terjadi beberapa persepsi yang berbeda terhadap sistem tersebut. Kurangnya sosialisasi dan pelatihan dapat menjadi salah satu sebab perbedaan persepsi dalam menjalankan suatu sistem baru. Selain itu, tingkat pendidikan user juga menentukan dalam penerimaan sosialisasi sistem baru. Semakin rendah tingkat pendidikan seseorang maka pada umumnya semakin rendah juga daya penerimaannya terhadap penerapan sistem baru.
c. User menyerahkan sepenuhnya pekerjaan kepada sistem baru sehingga saat terjadi error user tidak mengetahui apa dan bagaimana hal itu bisa terjadi.
3. Vendors
Vendor adalah pihak ketiga yang biasanya disewa oleh perusahaan. Kegagalan dalam penerapan sistem baru dikarenakan :
a. Sistem baru tidak sesuai dengan kebutuhan dan sangat kompleks sehingga tidak dapat diterapkan oleh vendor
b. Vendor biasanya adalah tenaga kontrak dengan jangka waktu tertentu sehingga terkadang vendor tidak memiliki banyak waktu untuk mempelajari sistem baru yang diterapkan diperusahaan.
c. Perusahaan induk vendor terkadang tidak memberikan pemahaman dan penjelasan yang memadai mengenai sistem baru yang digunakan sehingga seringkali terjadi kekeliruan dalam cara memandang pergantian sistem.
d. Kurangnya pelatihan pada vendor sehingga mereka tidak dapat menggunakan dan memanfaatkannya secara baik.
Menurut Nakolas dalam blognya [1] Selain faktor diatas, aspek-aspek yang mempengaruhi pengalihan/konversi dari sistem lama ke sistem baru adalah :
1. Aspek Manusia
Semakin banyak unsur manusia yang terlibat dalam aktivitas pemasukan, pengorganisasian, pemeliharaan, dan pengawasan data, akan meningkatkan potensi terjadinya kesalahan yang berpengaruh pada kualitas data yang disimpan, yang berarti akan memperbesar risiko kesalahan yang terjadi dalam proses pengalihan tersebut;
2. Aspek Kebijakan
Semakin tidak adanya kebijakan standar di perusahaan yang selama ini dipergunakan sebagai acuan dalam proses pengelolaan data, semakin sulit menentukan strategi migrasi yang tepat, yang berarti mempertinggi resiko implementasi skenario pengalihan; dan lain sebagainya.
3. Aspek Data
Semakin kompleks struktur, model, dan arsitektur data yang ingin dipindahkan, semakin sulit mekanisme pemetaan dan pemindahannya, yang berarti semakin tinggi resiko yang dihadapi;
4. Aspek Aplikasi
Semakin berbeda platform, sistem, atau standar sistem aplikasi baru dibandingkan dengan sistem aplikasi yang lama, semakin sulit proses migrasi dilakukan, yang berarti akan memperbesar resiko yang dihadapi;


5. Aspek Teknologi
Semakin tersebar bentuk atau topologi perangkat keras dan jaringan yang merupakan lokasi penyimpanan data, semakin sulit aktivitas pemetaan data yang harus dilakukan, yang berarti akan mempertinggi risiko yang dihadapi;
Untuk mengurangi resiko kegagalan yang terjadi saat pergantian sistem, terdapat 4 metode konversi yang dapat dilakukan guna mempermudah pengenalan sistem baru ke dalam organisasi dan meningkatkan keberhasilan proses konversi.
Cara konversi sistem baru dari sistem lama yaitu :
1. Konversi Langsung (Direct Conversion/Plunge Strategy)
Konversi ini dilakukan dengan cara langsung dan lebih cepat. Konversi langsung adalah pengimplementasian sistem baru dan pemutusan jembatan sistem lama dengan biaya yang relatif tidak mahal. Pendekatan sesuai untuk kondisi-kondisi sebagai berikut:
1. Sistem tersebut tidak mengganti sistem lain.
2. Sistem yang lama sepenuhnya tidak bernilai.
3. Sistem yang barn bersifat kecil atau sederhana atau keduanya.
4. Rancangan sistem baru sangat berbeda dari sistem lama, dan perbandingan antara sistem – sistem tersebut tidak berarti.
2. Konversi Paralel (Parallel Conversion)
Konversi ini menggunakan sistem lama sebagai basis penjalanan sistem baru. Pengaplikasian konversi ini memakan waktu yang cukup lama karena masih melibatkan sistem lama dalam penerapannya. Setelah melewati waktu tertentu dan pihak manajemen telah siap untuk menerima sistem baru, maka sistem lama pelan-pelan akan dilepaskan sehingga semuanya akan memakai sistem baru. Cara ini adalah cara yang paling banyak digunakan oleh perusahaan besar yang memiliki dana yang banyak untuk pengembangan sistem informasi karena lebih aman. Namun, penggunaan dua sistem ini disyaratkan agar tidak terjadi perbedaan yang sangat jauh antara sistem lama dengan sistem baru sehingga proses adaptasi tidak berat sebelah.
3. Konversi Bertahap (Phased Conversion)
Konversi bertahap dilakukan dengan cara mengganti beberapa sistem lama yang sudah tidak memenuhi kebutuhan dengan sistem baru. Jadi, sistem baru tidak secara keseluruhan mengganti sistem lama. Konversi bertahap tidak menelan biaya tinggi untuk penerapannya sehingga cara ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan kecil yang ingin mengembangkan sistem mereka. Konversi bertahap dapat menghindarkan risiko yang ditimbulkan oleh konversi langsung dan memberikan waktu yang banyak kepada pemakai untuk beradaptasi terhadap perubahan. Untuk menggunakan metode phased conversion, sistem harus disegmentasi.
4. Pilot conversion
Pilot conversion adalah suatu pendekatan yang dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlakukan sebagai pelopor [1]. Jika konversi ini dianggap berhasil, maka akan diperluas ke tempat-tempat yang lain. Ini merupakan pendekatan dengan biaya dan risiko yang rendah. Dengan metode Konversi Pilot, hanya sebagian dari organisasi yang mencoba mengembangkan sistem baru.
Menurut Sutarsa dalam blogstudent [2], keberhasilan konversi sistem sangat tergantung pada seberapa jauh profesional sistem menyiapkan penciptaan dan pengkonversian file data yang diperlukan untuk sistem baru. Dengan mengkorversi suatu file, maksudnya adalah bahwa file yang telah ada {existing) harus dimodifikasi setidaknya dalam :
• Format file
• Isi file tersebut
• Media penyimpanan dimana file ditempatkan dalam suatu konversi sistem, kemungkinan beberapa file bisa mengalami ketiga aspek konversi tersebut secara serentak.
Kegagalan dari Perusahaan Southwest Airlanes:
a. Southwest airlanes hanya melayani di 35 negara bagian di amerika dari 50 negara bagian yang ada di amerika serikat, belum menjangkau 15 negara bagian lainnya
sehingga Southwest Airlines kurang dikenal di 15 negara bagian tersebut,
b. Southwest airlines juga belum melayani pelayanan penerbangan internasional,
c. Southwest airlanes selama tiga tahun mengalami kerugian besar sekitar US$7,5 miliar .

3. Langkah – langkah Strategi untuk menjadi Sukses dalam Sebuah Perusahaan

1. Memiliki Kepercayaan Diri:
Untuk menjadi pengusaha sukses, anda perlu memiliki keyakinan diri yang luar biasa. Apakah anda bersedia mengatasi semua hambatan dan mencapai tujuan anda?
Jika anda memiliki keyakinan anda bisa melakukannya, maka akan memberikan semua keyakinan yang diperlukan. Dapatkah anda menghitung keyakinan diri anda sendiri?. Tentu saja anda dapat melakukannya, dengan mencoba mendorong diri anda untuk melakukan sedikit lebih banyak dari yang biasa dilakukan setiap harinya. Dan tidak lama, anda akan menemukan diri anda menyelesaikan hal-hal yang mungkin sebelumnya dianggap tidak mungkin.

2. Memiliki Keyakinan Pada Masa Depan Usaha Anda:
Tanyakan pada diri anda, apakah anda benar-benar yakin dengan usaha yang anda lakukan. Jika anda tidak terlalu yakin, anda perlu terus mencarinya hingga anda dapat menentukan satu hal dimana anda bersedia berkomitmen. Agar berhasil di bisnis, anda harus fokus selama 24 jam sehari. Anda akan terus membangun, memperbaiki, dan investasi. Hal ini memerlukan komitmen diri yang luar biasa.

3. Fokus Pada Kekuatan Anda:
Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan. Untuk menjadi pengusaha yang efektif, anda perlu menentukan kekuatan anda dan fokus. Anda akan lebih berhasil dengan mampu mengkanalkan upaya anda ke dalam area terbaik anda. Misalnya, jika marketing adalah keahlian anda, maka anda perlu mempertajam keahlian tersebut dan menggunakan sepenuhnya dalam bisnis. Serta minta bantuan di bidang yang menjadi kelemahan anda, seperti mencari akuntan. Anda bahkan dapat mengubah kelemahan menjadi kekuatan dengan berlatih atau mempelajari area tersebut.

4. Memiliki Keterampilan Mengenali Peluang:
Jika bisnis anda hancur ke esokan harinya, bagaimana anda menyikapinya? Mungkin menganggap sebagai kerugian yang besar, atau sebagai peluang untuk membuat awal baru - untuk meningkatkan, tumbuh, membangun kembali?
Pengusaha yang berhasil melihat segala sesuatunya sebagai sumber peluang. Mereka memiliki sifat ingin tahu dan bertanya segala hal. Tidak memandang apa yang ada dihadapannya, mereka selalu bertanya-tanya jika ada cara melakukan hal dengan lebih baik. Dan jika mereka berpikir bahwa memang ada jalan yang lebih baik, mereka akan menemukan solusi dengan sendirinya atau mendapatkan bantuan dari ahli. Juga, peluang dapat ditemukan dengan banyak cara dan tempat, dan dengan bantuan internet, banyak peluang yang mengetuk layar komputer anda. Jika anda pengusaha sejati, anda akan melihat peluang dimanapun.

5. Menjadi Pengambil Keputusan:
Jika anda memerlukan beberapa informasi, mampukah anda mendapatkannya dengan cepat, tanpa membuang waktu orang lain atau waktu anda?.Letakkan secara terpisah, jika anda harus membuat keputusan, mampukah anda mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan cukup cepat dan kemudian membuat keputusan? Atau akankah anda menunda-nunda, sampai pada kenyataan anda belum membuat keputusan? Menjadi seorang pengusaha melibatkan banyak membuat keputusan. Ingatlah bahwa masing-masing keputusan yang anda buat, tanpa memperdulikan seberapa penting pada saat munculnya, akan mempengaruhi bisnis anda. Kebanyakan pengusaha sukses memiliki insting yang akurat, yang mereka gunakan pada saat mereka merasa ragu.



6. Menjadi Seorang Pemimpin:
Anda tidak mungkin melakukan segala sesuatunya sendiri. Ada saatnya anda memerlukan pegawai, menemui investor, mengajukan pinjaman - sehingga, anda berperan sebagai seorang pemimpin. Jika anda tidak memiliki kemampuan memimpin, anda tidak akan mampu mendapatkan pengikut. Sebagai pemimpin perusahaan, orang yang anda pekerjakan akan melihat anda sebagai panutan dan dukungan. Kemampuan memperikan dukungan dan panduan yang benar adalah dasar keberhasilan anda sebagai pengusaha di lingkup yang besar.
Berpikir berhasil.... Memiliki hasrat... Merencanakan dengan baik.... Bekerja keras... Mau belajar... Tekun dan memiliki keyakinan... Memimpin dengan memberikan contoh adalah karakter menjadi seorang pengusaha sukses.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar